
Padang, 17 Oktober 2025- Kegiatan Workshop Sosialisasi Kurikulum Merdeka dalam Pikiran: Literasi Sebagai Gerakan Akademik” yang diselenggarakan oleh Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas berlanjut pada hari ke dua dengan tema “Literasi Informasi dan Klinik Sitasi” di ruang sidang Ilmu Sejarah mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh peserta terdaftar yang telah melakukan konfirmasi kepada panitia.
Acara dibuka oleh Mc formal dan dilanjutkan dengan pemberian kata sambutan oleh Kepala Departemen Ilmu Sejarah Dr. Zulqaiyyim., M.Hum yang menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pengembangan kurikulum yang lebih efisien. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tempat untuk menggali sebanyak mungkin pertanyaan dan ide. Efisiensi kurikulum yang kita maksud tidak hanya berfokus pada hasil seperti skripsi tetapi dapat membuka hasil laporan akhir lain seperti gambar, media visual, dan bentuk kreatif lainnya,” jelasnya.
Selanjutnya, kegiatan diisi oleh pemateri yaitu Hanif Risa Mustafa, S.Pd., M.A, yang membawakan materi mengenai “Etika Penulisan dan Penghindaran Plagiarisme Melalui Sitasi yang Benar”. Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan bahwa pentingnya integritas akademik sebagai dasar dalam penulisan ilmiah. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, orisinilitas, keadilan, dan penghargaan terhadap karya orang lain menjadi dasar utama dalam dunia akademik.
Selain itu, pemateri juga memaparkan berbagai bentuk plagiarisme yang banyak terjadi tanpa kita sadari, seperti patchwriting, mosaic plagiarism, dan self-plagiarism, baik disengaja maupun tidak disengaja, tetap merupakan pelanggaran serius terhadap etika akademik.
Pemateri juga menyoroti pentingnya kemampuan melakukan parafrase, ringkasan, dan kutipan langsung dengan benar untuk menghindari adanya plagiarisme. Beliau juga memperkenalkan alat bantu digital seperti Turnitin, Grammarly Plagiarism Checker, Mendeley, dan Zetero untuk membantu mahasiswa dalam mengelola referensi dan pemeriksaan keaslian karya tulis ilmiah.
Pada bagian akhir materi membahas mengenai etika pengutipan dan penulisan daftar pustaka, termasuk penggunaan gaya sitasi internasional seperti APA, MLA, Vancouver, Harvard, Chicago Style. Narasumber turut menjelaskan perbedaan istilah mengenai ibid., op.cit., dan Loc.cit dalam sistem catatan kaki.
Sesi terakhir dilanjutkan dengan praktek, yang mana peserta berlatih langsung menggunakan Mendeley dan Zetero di laptop masing-masing. Pemateri juga turut aktif memeriksa kesiapan masing-masing peserta yang mengikuti pelatihan ini. Sesi ini berlangsung secara interaktif, peserta mempraktikkan cara menggunakan Mendeley dan Zetero di laptop masing-masing.
Workshop hari ke dua ditutup dengan sesi penyerahan plakat oleh Kepala Departemen Ilmu Sejarah kepada pemateri, lalu penutupan oleh Mc formal, dan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami pentingnya etika dalam menulis, dan keterampilan sitasi yang benar.