
Sebelumnya Fakultas Ilmu Budaya dikenal sebagai Fakultas Sastra. Di mana fakultas tersebut resmi berdiri pada tanggal 7 Maret 1982 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 0538/0/1983. Pendirian Fakultas Sastra pada tahun 1982 dilandasi oleh dua desakan utama. Pertama, tuntutan masyarakat Sumatera Barat yang telah lama menginginkan kehadiran fakultas ini sebagai wadah untuk mengembangkan potensi sastra dan budaya daerah. Kedua, tuntutan pembangunan nasional, yang semakin menyadari pentingnya pengembangan aspek kemanusiaan di samping pembangunan infrastruktur dan material. Dalam hal ini, Fakultas Sastra dipandang penting untuk memajukan kajian sastra dan budaya yang dapat disumbangkan bagi kemajuan bangsa.
Perubahan nama dari Fakultas Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya dilakukan pada tahun 2011 setelah memperoleh izin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui surat Nomor: 816/E/T/2011, yang kemudian dikukuhkan oleh Rektor Universitas Andalas melalui Surat Keputusan Nomor: 1292/XIII/A/UNAND 2011. Peresmian nama Fakultas Ilmu Budaya dilakukan pada tanggal 29 September 2011 oleh Rektor Universitas Andalas.
Perubahan nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya bertujuan untuk mengakomodasi perkembangan dan cakupan ilmu yang lebih luas, meliputi bidang sastra dan sosial budaya. Perubahan tersebut juga merupakan respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, serta kebutuhan pasar yang semakin kompleks (Hasanuddin et al., 2020).
Salah satu departemen penting di Fakultas Ilmu Budaya adalah Departemen Ilmu Sejarah. Departemen Ilmu Sejarah ini berfokus pada pengembangan keilmuan sejarah, yang memiliki tujuan untuk mengembangkan keilmuan sejarah murni, bukan dalam bidang pendidikan dan keguruan.
Departemen Ilmu Sejarah berdiri sejak tahun 1982. Awalnya Departemen Ilmu Sejarah bernama Program Studi Ilmu Sejarah. Program studi ini telah melakukan berbagai kerjasama, baik dalam maupun luar negeri, untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Misal pada tahun 1990 dan 1991, program studi mengundang dosen tamu seperti Dr. Mark Hobert dari SOAS, University of London, dan Prof. Kenton J. Clymer dari University of Texas untuk memberikan kuliah umum. Kerjasama internasional terus berlanjut, termasuk dengan Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan Malaysia, yang mencakup pertukaran mahasiswa dan publikasi ilmiah.
Pada tahun 2009, bersamaan dengan penetapan BLU, Program Studi Ilmu Sejarah bertranformasi menjadi Jurusan Ilmu Sejarah. Jurusan Ilmu Sejarah pun terus aktif mengundang sejarawan terkemuka dari berbagai universitas dalam dan luar negeri, seperti Dr. Robert Cribb dari Australian National University, Prof. Dr. Taufik Abdullah dari LIPI, dan Prof. Dr. Anthony Reid dari National University of Singapore. Para sejarawan ini memberikan kuliah umum bagi mahasiswa dan dosen untuk memperkaya wawasan akademik.
Hingga pada tahun 2021, bersamaan dengan penetapan PTNBH, Jurusan Ilmu Sejarah bertransformasi menjadi Departemen Ilmu Sejarah. Departemen Ilmu Sejarah pun terus berkembang dan melibatkan para alumni dalam memberikan kuliah umum kepada mahasiswa, salah satunya adalah Budi Putra, seorang alumni yang pernah menjadi wartawan Tempo dan CEO Digital The Jakarta Post. Alumni lainnya, Suribidari, peneliti di LIPI, juga turut berbagi pengalaman dan keahliannya kepada mahasiswa dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan Program Studi Sejarah.
Copyright © 2025 Departemen Ilmu Sejarah FIB UNAND
All Rights Reserved