WhatsApp Image 2026 01 02 at 10.16.08

Padang, 16 Oktober 2025- Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Andalas, menggelar kegiatan “Workshop Sosialisasi Kurikulum Merdeka Dalam Pikiran: Literasi Sebagai Gerakan Akademik”, yang mana dilakukan selama dua hari berturut-turut. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Departemen Ilmu sejarah untuk mendorong kreativitas mahasiswa dalam menulis di lingkungan kampus.

Hari pertama workshop diisi dengan kegiatan seminar yang bertemakan “Menulis Kreatif sebagai Gerakan Literasi,” yang berlangsung di ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya mulai pukul 13.30 hingga 16.30 WIB. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Mc Formal, lalu pemberian kata sambutan oleh Kepala Departemen Ilmu Sejarah Dr. Zulqaiyyim,, M. Hum, dan kemudian dibuka secara langsung oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Budaya Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D yang dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh mahasiswa yang mengikutinya.

Kegiatan hari pertama diisi dengan seminar yang terbagi menjadi dua sesi utama. Pada sesi 1 mengusung tema “Menulis Sebagai Ekspresi Diri dan Akademik”, yang mana materi ini disampaikan oleh Fadli salah satu mahasiswa Magister Universitas Andalas yang aktif menulis dan karyanya telah banyak dipublish di media. Dalam penyampaiannya, Fadli mengajak mahasiswa untuk berani menulis hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka. “Menulis bisa dimulai dari yang paling dekat, misalnya opini tentang perkuliahan, lingkungan akademik, atau bahkan dinamika sosial di sekitar kos dan tempat nongkrong mahasiswa”, jelasnya.

Diskusi pada sesi 1 ini berlangsung lancar dengan beberapa tanggapan dan pertanyaan dari mahasiswa serta dosen termasuk Kepala Departemen Ilmu Sejarah yang turut bertanya dan memberikan tanggapannya.

Setelah sesi 1 berakhir, seminar dilanjutkan ke sesi 2 dengan pemateri yaitu M. Nurul Fajri, S.H., M.H., yang membawakan tema diskusi mengenai “Menulis Kreatif untuk Karya Ilmiah.” Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam dunia menulis saat ini ialah transformasi media. Di mana alat dan penyebaran tulisan saat itu telah berubah ke media sosial, namun baginya tulisan yang berbasis paper atau kertas tetap menjadi bentuk paling awet dalam jangka waktu panjang. “Tantangan paling besar dalam menulis adalah memastikan tulisan kita sampai kepada pembaca. Maka dari itu, menulis harus dilatih agar menjadi kebiasaan. Dalam era saat ini, menulis ilmiah populer bisa menjadi jalan alternatif yang tepat antara akademik dan publik,” jelasnya.

Beliau juga menyoroti bahwa dalam dunia akademik saat ini muncul berbagai tantangan dalam menulis, yaitu sensitivitas, konsistensi, keberanian menentukan dan mengambil sikap, serta fenomena pseudo akademik. Maka dari itu, mahasiswa diharapkan menulis dengan kesadaran kritis dan tanggung jawab ilmiah.

Sesi diskusi yang dipandu oleh moderator berlangsung lancar dan aktif. Peserta seminar antusias mengajukan pertanyaan seputar tema yang dibahas.

Pada seminar kali ini, peserta yang hadir didominasi oleh mahasiswa Ilmu Sejarah angkatan 2022 dan 2023, serta beberapa dosen dari Fakultas Ilmu Budaya dan fakultas lainnya di lingkungan Universitas Andalas. Sekitar 75 peserta memenuhi ruang seminar Fakultas Ilmu Budaya.

Setelah pemaparan sesi 2 selesai, kegiatan hari pertama ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator, dan penyerahan plakat kepada pemateri, serta penutupan oleh mc formal. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama peserta, panitia, dan pemateri. Kegiatan yang telah terlaksana ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menumbuhkan semangat menulis sebagai bagian dari gerakan akademik.

Kegiatan workshop ini akan berlanjut pada hari kedua, Jum’at, 17 Oktober 2025 dengan tema “ Literasi Informasi dan Klinik Sitasi.”