IMG 8980 2

Padang – Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas sukses menjadi tuan rumah dalam gelaran seminar nasional dan rapat kerja PPSI (Perkumpulan Prodi Sejarah se-Indonesia) 2024.

Gelaran ini berlangsung selama dua hari di Convention Hall Universitas Andalas Limau Manis dan Hotel Santika Premiere, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa 21-23 Oktober 2024.

Seminar nasional dan rapat kerja PPSI 2024 ini, dibuka langsung oleh Rektor Unand, Dr Eva Yonnedi yang diwakili oleh Wakil Rektor (WR) III Universitasa Andalas atau Unand Prof. Dr. Kurnia Warman, SH. M.Hum.

Turut hadir juga dalam pembukaan Seminar nasional dan rapat kerja PPSI 2024 di Convention Hall Universitas Andalas, Dekan FIB Unand Prof Dr Herwandi, Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek Dr Restu Gunawan, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat Undri S.S. M.Si, Ketua PPSI Dr Zulqayyim M,Hum, dan para pimpinan Prodi Ilmu Sejarah dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia yang tergabung dalam PPSI.

Pada gelaran seminar nasional bertajuk "Dinamika Demokrasi & Politik Dinasti dalam Perspektif Sejarah" mengundang beberapa narasumber ternama.

Di antaranya Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia Yudi Latif PhD, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Airlangga Prof. Purnawan Basundoro, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Andalas Prof. Dr. Phil Gusti Asnan.

WhatsApp Image 2026 01 02 at 09.49.35

Sementara itu, Rapat kerja PPSI diselenggarakan di Hotel Santika Premiere setelah seminar nasional.

Ketua PPSI Dr. Zulqayyim, M.Hum mengatakan rapat kerja ini bertujuan untuk memperkuat jaringan antar program studi sejarah di Indonesia.

Selain itu, imbuh Dr. Zulqayyim, rapat kerja ini untuk menyusun rencana kerja strategis serta mengembangkan studi sejarah di tanah air.

Kendati demikian, Kata Dr. Zulqaiyyim, M.Hum, ada bahasan penting dalam raker kali ini. Di antaranya pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Kesejarahan, penyesuaian kurikulum, serta peningkatan kualitas penelitian sejarah.

"Pertemuan ini juga menjadi wadah bagi akademisi untuk bertukar gagasan terkait tantangan digitalisasi dan transformasi dalam pembelajaran sejarah," ujarnya.

Selain itu, imbuh Dr. Zulqaiyyim, M.Hum, para peserta raker juga membahas strategi kolaborasi dalam melestarikan warisan budaya bangsa dan peningkatan sinergi antara program studi sejarah di Indonesia.

"Acara ini diharapkan bisa mendorong sinergi serta kolaborasi antara program studi sejarah dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia," tutup Dr. Zulqaiyyim, M.Hum. (*)