Saya merasa sangat senang dengan pelaksanaan kuliah umum hari ini. Acara ini diikuti tidak hanya oleh mahasiswa Strata 1, tetapi juga mahasiswa pascasarjana serta para dosen pengampu mata kuliah yang sebagian besar juga merupakan rekan saya. Bagi saya, ini bukan sekadar kesempatan untuk berbagi ilmu, tetapi juga ajang bersilaturahmi dengan civitas akademika Ilmu Sejarah Universitas Andalas. Saya sangat menikmati suasana kuliah yang dilakukan secara luring seperti ini, karena pertemuan tatap muka selalu menghadirkan interaksi yang lebih hidup.

Respons mahasiswa luar biasa. Meskipun waktu penyampaian materi cukup terbatas, saya melihat antusiasme yang tinggi dan kemampuan mereka memahami gagasan tentang sejarah visual. Diskusi yang muncul membuktikan bahwa topik ini membuka ruang berpikir baru bagi mereka. Saya berharap semangat ini bisa menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat terhadap kajian sejarah visual di lingkungan kampus.

Tema kuliah umum kali ini, Mata Sejarah: Rekonstruksi Sejarah Melalui Sumber Visual, sangat relevan dengan perkembangan zaman. Bahkan bisa saya katakan, ini seharusnya sudah diangkat sejak beberapa tahun lalu. Di era digital sekarang, sumber tertulis bukan lagi satu- satunya rujukan utama. Kita sudah memasuki pergeseran dari paper culture ke digital culture, di mana sumber visual mendominasi. Karena itu, sejarawan perlu beradaptasi dan mampu memanfaatkan sumber-sumber visual yang kini membanjiri ruang digital