Padang (Departemen Ilmu Sejarah FIB UNAND) – Kuliah Umum bertajuk “Kiat Menulis Artikel di Jurnal ter-indeks Scopus” kembali diadakan pada Rabu, 26 Juli 2023. Prof. Dr. Wasino, M.Hum. Profesor Sejarah Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) sekaligus Pimpinan Redaksi Jurnal Paramita. Acara ini terselenggara di Ruang Sidang Dekanat lantai 2. Dihadiri Ketua Departemen sejarah Dr. Zulqaiyyim, M.Hum., dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya.
Dr. Hary Efendi Iskandar, S.S., M.A memoderatori acara kuliah umum ini. Dr. Hary Efendi menyinggung perihal pentingnya pengelolaan jurnal dan keterlibatan pimpinan dalam kemajuan jurnal di FIB khususnya. Prof. Dr. Wasino, M.Hum berbagi pengalamannya selama menjadi pengelola jurnal yang ada di Unnes dan Jurnal Paramita. Beberapa faktor yang mempengaruhi berkembangnya jurnal-jurnal di Unnes menurut Prof. Dr. Wasino, M.Hum adalah publikasi artikel jurnal mendapatkan insentif, pengelola jurnal mendapatkan penghargaan dari Universitas. “Selain faktor struktural sistem tadi faktor lainnya yang mendukung berkembangnya jurnal seperti pengelola jurnal itu anak-anak muda dan dosen-dosen yang “gila” mengelola jurnal seperti saya.” papar Prof. Wasino.
Kemudian Prof. Wasino juga berbagi beberapa cara untuk menemukan kualitas jurnal internasional yaitu dengan membuka SJR Search. Kemudian melihat kualitas jurnalnya dengan melihat Quartil 1-4 nya, impact factor-nya, masa berlaku indeksasi, ISSN online, kualitas penerbit dan mengecek di scopus.com. Salah satu peserta dalam kuliah umum ini Dr. Fajri Usman bertanya perihal artikel yang tidak lolos setelah beberapa lama, apa hal yang mempengaruhi ketidaklolosan tersebut. Pertanyaan ini dijawab oleh Prof. Wasino dengan memberikan tips untuk melihat kecenderungan tulisan artikel dengan tema jurnal yang ada agar lolos seleksi.
Prof. Dr. Wasino, M.Hum memberikan saran agar lolos dalam jurnal internasional bereputasi beberapa hal yang perlu dicermati seperti pedoman artikel, jumlah halaman, orisinilitas karya, sitasi artikel dan keterlibatan penulis asing dari artikel yang akan dipublikasikan.
Reporter: Yeny Dwi Lestari.
Padang (Departemen Ilmu Sejarah FIB UNAND) – Kamis, 18 Mei 2023 Fakultas Ilmu Budaya baru saja mengadakan Kuliah Umum bertemakan “Suara dan Gambar Mekanik Signifikasi Sosio-Budaya Media (Sosial) Baru dalam Masyarkat Indonesia”. Acara ini dimulai pada pukul 13.30 dilaksanakan secara daring via Zoom. Dihadiri oleh Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri, M.H., Dekan FIB Unand Prof. Dr. Herwandi, M.Hum, Wakil Dekan 1 Dr. Ike Revita, M. Hum., Dosen, dan diikuti Mahasiswa, dan Umum.
Acara ini merupakan bagian dari pengembangan World Class University (WCU) dan Program Peningkatan Tridharma Berstandar Internasional Unand di Fakultas Ilmu Budaya. Hal ini disampaikan oleh Dekan FIB Unand Prof Dr. Herwandi, M.Hum. Sebelumnya FIB telah mendatangkan dosen internasional untuk menjadi dosen tamu dalam beberapa kuliah umum dan juga akan kedatangan dosen internasional lainnya untuk mengisi kuliah umum berbagai tema kebudayaan. Pada kesempatan kali ini Kamis 18/05/2023 menghadirkan Dr. Suryadi, MA. Dosen Universitas Leiden.
Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri, M.H. membuka acara ini dan memberikan kata sambutan. Rektor Unand berharap bahwa “Kuliah umum dengan tema ini (“Suara dan Gambar Mekanik Signifikasi Sosio-Budaya Media (Sosial) Baru dalam Masyarkat Indonesia”) dapat mengembangkan inovasi-inovasi kedepan untuk menghadapi tantangantantangan di masa depan dalam bidang sosial budaya.”
Kuliah umum ini dimoderatori oleh Dr. Sudarmoko, MA. Dosen Departemen Sastra Minangkabau. Suara dan Mekanik menarik dikaji dalam kajian-kajian budaya, sejarah dengan adanya kasus-kasus suara yang terjadi bertebaran di sosial media maupun berita dan mendapatkan berbagai reaksi di berbagai platform media misalnya kasus protes orang asing di bali yang terganggu dengan suara adzan.
Pemateri Dr. Suryadi, MA. yang juga merupakan alumni FIB Unand membicarakan mengenai technology of listening dan technology of watching akibat produksi dan konsumsi suara dan gambar mekanik yang kian masif dan signifikasi budaya akibat domestikasi produk budaya digital di Indonesia. Suara yang belum di mediasi dianggap sebagai suara alamiah. Namun, ketika direpresentasikan melalui tekhnologi mulai dari phonograph atau gramophone akhir abad 19 sampai hari ini yang mengkombinasikan sound image dan visual image seperti instagram, facebook dan lain sebagainya dianggap sebagai suara mekanik. Suara mekanik yang muncul dengan suara mekanik tidak lagi muncul dengan suara yang netral, tidak punya face interest atau sesuatu yang lain. Suara yang dimekanisasi mengandung nilai ekonomi, sosial, kapitalisme dan sebagainya.
Menurut Dr. Suryadi, MA. “Sejarah modernisasi yang dibawa oleh kebudayaan barat, sering hanya dilihat dari perang dan teknologi senjata berpengaruh terhadap nasionalisme kita, tapi kita lupa bahwa sebenarnya tidak kurang berpengaruhnya dibawa oleh teknologi komunikasi dan sebagainya yang mempegaruhi kita misalnya sound recording teknologi sepeda, mesin jahit dan lainnya. Dalam perspektif kajian sejarah sosial kurang mendapatkan perhatian, namun akhir-akhir ini mulai mendapatkan perhatian sejarawan dan secara akademik.” Lebih lanjut pengalaman kehidupan sehari-hari semakin dimediasi oleh banyak suara yang direproduksi secara mekanis. Suara membuat kita memikirkan kembali pada makna, sifat dan pengalaman sosial, pengalaman relasional, hubungan dengan komunitas maupun dengan kekuasaan.
Aspek kemodernnan yang dibawa suara mekanik berpengaruh terhadap perubahan masyarakat, misalnya berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia khususnya islam. Misalnya dalam teknologi baru phonograph Alquran yang merepresentasikan Alquran yang dibuat “orang kafir” yang menimbulkan kegelisahan pada masyarakat melayu abad 20. Dalam hal ini fatwa dari Sayyid Abdallah al-Zawawi (Melaka) tahun 1908.
Dr. Suryadi, MA juga menyinggung mengenai kamera digital berpengaruh terhadap masyarakat baik secara positif dan negatif. Kamera dalam hal positif penting digunakan untuk pendokumentasian sejarah, penelitian ilmiah, dan dapat digunakan sebagai penyaluran hobi dan pekerjaan. Secara negatif terkadang kamera meninggalkan detail pada suatu momen yang ingin diabadikan, kamera tidak merepresentasikan gambar secara akurat bahkan dapat mendramatisasi realitas. Representasi kebudayaan-kebudayaan dapat dilihat dari berbagai platform media social seperti facebook, tiktok, instagram dan lainnya.
Dr. Suryadi, MA memberikan case sudy mengenai representasi baru agama dalam sosial media. Misalnya perdebatan mengenai digital Quran, penggunaan kamera untuk selfie di Mekah Masjidil Haram. Sebagai penutup dalam presentasi materi kuliah umum ini menurutnya “Dengan keberadaan FIB misalnya dapat mengembangkan Culture Studies dan The Study Media Culture dan sebagainya. Jika bisa saling terhubung dengan akademik internasional dan dapat dipublikasikan dalam jurnal-jurnal internasional.”
Selanjutnya, acara kuliah umum ini juga memberikan ruang diskusi bersama narasumber Dr. Suryadi, MA. dan moderator Dr. Sudarmoko, M.A. Peserta kuliah umum cukup aktif dalam sesi diskusi. Beberapa perspektif baru, dan ide-ide penelitian mengenai suara dan gambar mekanik didiskusikan pada sesi ini.
Pada penutup acara kuliah umum Prof. Dr. Herwandi memberikan kata penutup. Bahwa harapannya pogram studi dapat mengembangkan kurikulum-kurikulum yang mendukung pada penelitian-penelitian mengenai kasus-kasus dan diskusi yang telah dipaparkan oleh Dr. Suryadi, MA. Selain itu, FIB ataupun Unand sebagai Center of big data tentang Kebudayaan.
Reporter: Yeny Dwi lestari
Padang (Departemen Ilmu Sejarah FIB UNAND) – Prof. Dr. Herwandi, M.Hum., Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas berkesempatan untuk menyampaikan pidatonya pada acara Dies Natalis FIB ke-41 yang diselenggarakan pada hari Selasa, 7 Maret 2023 di Ruang Seminar FIB.
Pidato ini ia sampaikan setelah penampilan Tari Piring yang dipersembahkan oleh para mahasiswa UKMF Bengkel Seni Tradisional Mahasiswa (BSTM).
“Hari ini, Selasa, 7 Maret 2023, kita melaksanakan acara peringatan Dies Natalis FIB Universitas Andalas yang ke-41. Kalau diibaratkan, usia 40-an itu adalah usia yang sangat energik-energiknya, penuh dengan kreativitas-kreativitas, kemudian penuh juga dengan dinamika-dinamika yang terjadi,” ujar Prof. Dr. Herwandi saat mengawali pidatonya.
Dalam pidatonya tersebut, Prof. Dr. Herwandi menyampaikan sejarah singkat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Ia menerangkan bahwa fakultas ini sebelumnya bernama Fakultas Sastra yang berdiri pada tanggal 7 Maret 1982 dan berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya pada tahun 2011.
Ia menambahkan bahwa perubahan nama Fakultas Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya dilakukan dengan tujuan untuk menempatkan fakultas ini pada strata yang sesuai dengan pakem keilmuan di Indonesia pada waktu itu.
“Perubahan nama tersebut sengaja dilakukan untuk memposisikan fakultas ini berada pada atmosfir dan keilmuan Indonesia bahkan keduniaan pada waktu itu,” terang Prof. Herwandi dalam pidatonya.
Lebih lanjut, dalam pidatonya, Prof. Dr. Herwandi menjelaskan bahwa Dies Natalis FIB yang ke-41 ini mengangkat tema “Basamo Mako Menjadi”. Tema Dies Natalis FIB yang ke-41 ini mengedepankan silaturahmi dan kebersamaan guna meningkatkan daya saing civitas akademika Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas.
Tema ini dipilih berdasarkan pada sebuah pengamatan dimana semua lembaga tidak bisa berdiri sendiri dan diperlukan jalinan kerja sama baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional untuk mempertahankan eksistensi dan performa suatu lembaga.
Pada Dies Natalis FIB tahun ini, Prof. Dr. Herwandi menerangkan bahwa pihak Fakultas Ilmu Budaya menaruh fokus pada pertumbuhan dan perkembangan civitas akademika di fakultas tersebut. Pada tahun lalu, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas telah melakukan pelatihan penulisan artikel ilmiah beberapa kali untuk memfasilitasi para dosen FIB dalam hal meningkatkan performa mereka.
Prof. Dr. Herwandi menambahkan bahwa kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah ini akan terus dilakukan oleh FIB ke depannya guna meningkatkan publikasi di fakultas tersebut baik secara kuantitas maupun kualitas.
Selain itu, Prof. Dr. Herwandi menuturkan bahwa pihak FIB juga akan turut memfasilitasi para dosen dalam hal mempublikasikan buku-buku yang mereka tulis.
“Pada tahun 2023 ini kita sudah mewajibkan juga 6 program studi didaftarkan untuk akreditasi internasional FIBAA, diantaranya adalah Sastra Minangkabau, Sastra Inggris, Sejarah S1, Sejarah S2, Sastra S2, dan Linguistik S2. Insya Allah, dengan kebersamaan tersebut, kita dapat melakukan itu semua,” ungkap Prof. Dr. Herwandi.
Dalam pidatonya tersebut, Prof. Dr. Herwandi menerangkan bahwa Fakultas Ilmu Budaya berencana mengirimkan beberapa mahasiswanya untuk mengikuti program magang di Negeri Sembilan, Malaysia, selama kurang lebih 4 bulan. Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa Fakultas Ilmu Budaya juga berencana untuk mengirimkan beberapa dosennya untuk melakukan pengabdian masyarakat di Negeri Sembilan, Malaysia.
Reporter: Fithryah Amirah Karini
Fotografer: Ina Widya
Padang (Departemen Ilmu Sejarah FIB UNAND) – Wisuda tingkat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas periode VI tahun 2022 kembali diselenggarakan pada 14 Januari 2023 di ruang seminar FIB. Acara wisuda ini dihadiri langsung oleh para wisudawan/wisudawati beserta masing-masing orangtua, dekan dan jajarannya, para ketua prodi, alumni FIB Unand, dan tamu undangan lainnya. Acara wisuda ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan disambung dengan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Herwandi, M.Hum.
Adapun pembukaan Acara Wisuda Tingkat Fakultas Ilmu Budaya Periode VI Tahun 2022 ini dilakukan langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Osfi Ulya Azzahra. Rangkaian acara selanjutnya berupa pembacaan nama-nama wisudawan/wisudawati FIB Unand oleh ketua prodi, pemindahan jambul oleh Dekan FIB, dan penyerahan ijazah oleh Wakil Dekan I FIB.
Tercatat terdapat sekitar 76 mahasiswa baik dari jenjang Strata 1 maupun Strata 2 yang lulus pada acara wisuda fakultas periode ini. Pada periode ini, Fakultas Ilmu Budaya meluluskan 10 wisudawan/wisudawati untuk jenjang Strata 2, di antaranya Magister Linguistik sebanyak 4 orang, Magister Kajian Sejarah sebanyak 2 orang, Magister Sastra sebanyak 4 orang. Selain itu terdapat 66 mahasiswa S1 yang lulus pada acara wisuda periode ini, di antaranya Prodi Sastra Inggris sebanyak 23 orang, Prodi Ilmu Sejarah sebanyak 5 orang, Prodi Sastra Indonesia sebanyak 6 orang, Prodi Sastra Minangkabau sebanyak 17 orang, dan Prodi Sastra Jepang sebanyak 15 orang.
Dalam Acara Wisuda Tingkat Fakultas Ilmu Budaya Periode VI Tahun 2022 ini, Sarah Jihan Pasya dari Prodi Sastra Jepang berhasil menjadi wisudawati S1 terbaik pada periode ini dengan skripsi berjudul “Analisis Majas Personifikasi pada Lirik Lagu dalam Album Gates of Heaven kaya Do As Infinity” serta meraih IPK 3,92. Adapun Sufi Anugrah, S.Hum., lulusan Magister Sastra menjadi wisudawati S2 terbaik pada periode ini dengan tesis berjudul “Peran Penampil dalam Sastra Lisan: Analisis Bentuk Pertunjukan Bagurau Saluang Dendang di Kecamatan Lima Kaum” serta memperoleh IPK 3,97. Dua wisudawati terbaik ini kemudian mendapatkan piagam penghargaan dari Dekan FIB Unand dan didampingi oleh Wakil Dekan I FIB Unand.
Acara ini kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Surat Keputusan tentang Bintang Aktivis Kampus dan Aktivis Kampus. Terdapat 3 mahasiswa yang menjadi Bintang Aktivis Kampus dan 4 mahasiswa yang menjadi Aktivis Kampus. Mereka juga turut memperoleh penghargaan oleh Dekan FIB Unand dan didampingi oleh Wakil Dekan III FIB Unand.
Pada acara wisuda ini, Sarah Jihan Pasya selaku wisudawati terbaik tingkat fakultas periode VI tahun 2022 berkesempatan untuk memberikan kata sambutannya, “Rekan-rekan wisudawan yang berbahagia, hari ini bukanlah akhir dari perjuangan kita. Hari ini bukanlah akhir dari mimpi kita, tapi hari ini adalah awal dari perjuangan lain yang telah menanti kita. Banyak hal yang harus kita garap untuk dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.
Banyak sekali permasalahan bangsa yang hari ini semakin menumpuk. Kita akan hadir dan menjadi solusi bagi permasalahan tersebut. Apapun profesi yang kita geluti nantinya, berikanlah sebesar-besarnya kontribusi terhadap profesi kita tersebut.” Kata sambutan juga turut diberikan oleh Presiden Negara Mahasiswa FIB Unand, perwakilan orangtua wisudawan, dan perwakilan ikatan alumni FIB.
Adapun Prof. Dr. Herwandi, M.Hum. selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas turut berkesempatan memberikan kata sambutannya, “Saya ucapkan selamat kepada Bapak/Ibu semua dan pesan kepada ananda wisudawan hari ini, jangan takut untuk berhadapan dengan dunia ril di luar sana. Pesan dari alumni kita tadi bahwa banyak sebetulnya peluang yang bisa kita ambil yang sebetulnya berbekal dari kreativitas kita semua. Oleh sebab itu, ananda wisudawan harus kreatif untuk mengembangkan diri,harus kreatif untuk mencari peluang-peluang, dan harus kreatif untuk memanfaatkan peluang yang ada,” tutur Prof. Dr. Herwandi, M.Hum. pada sambutan Wisuda Periode VI FIB Tahun 2022.
Acara Wisuda Periode VI Tingkat FIB Unand Tahun 2022 ini ditutup dengan penyerahan wisudwan/wisudawati oleh Dekan kepada perwakilan alumni S. Metron, S.S. dan doa bersama yang dipandu oleh Muhammad Salim.
Padang (Departemen Ilmu Sejarah FIB UNAND) – Sosialisasi dan diskusi kelompok terarah Khasanah Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI) dengan tema "Peran Perguruan Tinggi Dalam Pelestarian Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) Provinsi Sumatera Barat" diselenggarakan pada Jumat, 23 Desember 2022 di Ruang Seminar FIB Universitas Andalas. Acara tersebut dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Dosen, Tim Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Mahasiswa dan Umum.
Acara dibuka dengan sambutan Dekan FIB di Ruang Seminar FIB, dalam sambutannya Prof. Dr. Herwandi, M.Hum mengucapkan berbahagia dan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat yang memilih Fakultas Ilmu Budaya Unand menjadi host dalam acara sosialisasi dan diskusi kelompok terarah Khasanah Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI).
Selanjutnya, sesi pertama acara tersebut dimoderatori oleh Adit Dermawan, S.Hum., M.Hum. dari Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Narasumber dalam sosialisasi dan diskusi kelompok terarah Khasanah Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI) yaitu Prof. Dr. Herwandi, M.Hum. Ahli Arkeologi FIB Unand, Pramono, S.S., M.Si, P.hD., Ahli Filologi dan Pernaskahan Kuno FIB Unand dan Aprimas, S.Pd., M.Pd.
Kepala Bidang Warisan Budaya dan Bahasa Minangkabau Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Diskusi diawali oleh pengantar dari Kepala Bidang Warisan Budaya dan Bahasa Minangkabau Aprimas, S.Pd., M.Pd. “Kegiatan Sosialisasi dan diskusi kelompok terarah Khasanah Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI) telah direncanakan sudah lama oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Hal ini didasarkan pada pentingnya pengetahuan warisan budaya benda dan takbenda maupun cagar budaya.” ungkapnya.
Dalam pengusulan warisan budaya Indonesia tidak terlepas dari perguruan tinggi hal ini berkaitan dengan kajian-kajian warisan budaya benda maupun takbenda. Kerjasama diharapkan dengan peguruan tinggi untuk mengusulkan warisan budaya baik itu dari dinas kebudayaan kabupaten/kota maupun provinsi.
Pembicara kedua yaitu Prof. Dr Herwandi, M.Hum membicarakan Peran Fakultas Ilmu Budaya Unand dalam Pelestarian Warisan Budaya Tak Benda. Warisan budaya dibagi menjadi dua yaitu warisan budaya benda (tangible) yaitu warisan budaya yang berbentuk fisik seperti Rumah Gadang, Lesung Batu, Patung, Candi dll. Tetapi disamping itu ada warisan budaya takbenda (intangible). Prof. Dr. Herwandi menyampaikan terdapat tiga tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu aspek penting dalam hal ini yaitu penelitian.
Penelitian dapat dilakukan oleh berbagai Departemen di FIB seperti Departemen Sastra dan Budaya, Departemen Linguistik dan Departemen Sejarah. Sejumlah gagasan penelitian Warisan Budaya Tak Benda dapat dijadikan objek penelitian antara lain Tradisi Lisan dan ekspresi, Seni, Adat Istiadat Masyarakat, Keterampilan dan Kemahiran. Kajian-kajian dalam objek penelitian tersebut dapat berbentuk laporan, publikasi, rekomendasi dan hilirisasi yang dihubungkan dengan masyarakat luas sehingga dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
Ahli Filologi dan Pernaskahan Kuno Bapak Pramono, S.S., M.Si., P.hD. bicara mengenai Potensi-Potensi Tema Riset dan Pengabdian Masyarakat. Dalam pemaparannya disebutkan bahwasannya Rendang menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda yang bepotensi untuk didaftarkan dalam Warisan Budaya Takbenda Dunia. Namun, Rendang belum didaftarkan sebab masih adanya antrian warisan budaya Indonesia lainnya dalam pendaftaran warisan budaya takbenda UNESCO.
Kriteria penetapan untuk menjadi warisan budaya yaitu limit tradition, memori kolektif yang berkaitan dengan pelestarian alam, lingkungan yang berguna bagi manusia dan kehidupan. Menurutnya, salah satu yang berpotensi warisan budaya takbenda Nasional dan Dunia yaitu Legenda Rimbo Tolang yang ada di Dharmasraya. Selain itu ada Matrilineal yang dapat didaftarkan bersama Tiongkok, India, dan lainnya dan Randang. Ada 6 program prioritas yang dapat dilakukan dalam pemajuan kebudayaan seperti desa pemajuan kebudayaan, jalur rempah, repatriasi cagar budaya, media kebudayaan, advokasi masyarakat adat dan BLU Museum.
Sesi terakhir dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh Surya Sovika alumni Sastra Indonesia tahun 2015. Narasumber Nur Ahmad Salman Herbowo, S.Hum. berbicara mengenai upaya yang dapat dilakukan mahasiswa dalam pelestarian WBTb. Menurutnya mahasiswa dapat mempelajari dan memperhatikan warisan budaya tak benda dengan cara sosialisasi seperti mengadakan lomba dengan objek warisan budaya tak benda di Hima, UKM di lingkungan Fakultas. Selain itu, mahasiswa dapat mengembangkan skill fotografi, videografi untuk menunjang penetapan dan pendaftaran WBTb yaitu karya-karya kreatif baik fotografi maupun videografi. Selain itu kajian-kajian skripsi maupun karya ilmiah sebagai syarat penetapan dan pendaftaran WBTb. Kemudian, Sosialisasi dan Diskusi Kelompok Terarah Khasanah Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat ditutup dengan Focus Group Disscussion (FGD) oleh moderator.
Reporter: Yeny Dwi Lestari
Padang (Departemen Ilmu Sejarah FIB UNAND) – Senin, 26 September 2022, FIB sukses mengadakan acara forum diskusi yang membahas tentang destinasi wisata Lubang Jepang. Forum Group Discussion ini mengangkat tema “Meretas Waktu, Menyingkap Cerita Sejarah Lubang Jepang di Kelurahan Tabiang Banda Gadang Kecamatan Nanggalo sebagai Rintisan Kampung Wisata Sejarah”. Acara ini menghadirkan tiga narasumber, di antaranya adalah Dr. Zulqaiyyim, M.Hum. dari prodi Ilmu Sejarah FIB Unand, Marshalleh Adaz, S.Sos. yang menjabat sebagai Kasi Cagar Budaya dan Museum Kota Padang, dan tim dari BPNB yang mewakili Undri, S.S., M.Si. yang menjabat sebagai Kepala Balai Nilai dan Warisan Budaya.
Kegiatan forum group discussion ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat yang digawangi oleh FIB. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Walikota Padang yang bekerja sama dengan Universitas Andalas yang mana bertekad untuk menjadikan 11 kampung tematik di Kota Padang. Salah satu dari sebelas kampung tersebut adalah Kelurahan Tabiang Banda Gadang.
“Kelurahan Tabiang Banda Gadang ini dirancang untuk menjadi destinasi wisata sejarah. Fakultas Ilmu Budaya dalam hal ini yang memiliki prodi Imu Sejarah untuk jenjang S1 dan S2 tentu memiliki sumber daya yang dapat kita manfaatkan untuk mewujudkan kerja sama dari Walikota Padang dengan Universitas Andalas ini,” terang Dr. Ike Revita, M.Hum.
Salah satu target yang direncanakan dalam pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Tabiang Banda Gadang ini adalah menghasilkan profil tentang Lubang Jepang. “Kemudian dari FGD ini, kita berharap untuk memperoleh informasi terkait dengan keberadaan Lubang Jepang yang ada di Kelurahan Tabiang Banda Gadang ini. Untuk itulah sebabnya kita mengundang pihak-pihak yang berkompeten terhadap informasi yang terkait dengan Lubang Jepang ini, seperti Bapak Zulqaiyyim sebagai ahli sejarah, kemudian Bapak Ad sebagai Kasi Cagar Budaya Kota Padang, termasuk Bapak Undri yang diwakilkan oleh timnya dari BPNB, Badan Pelestarian Nilai Budaya,” tambah Dr. Ike Revita, M.Hum.
Forum group discussion ini juga turut mendorong Fakultas Ilmu Budaya untuk melakukan MoU dengan Pemerintah Kota Padang, BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya), dan BPNB (Badan Pelestarian Nilai Budaya). Dengan kerja sama ini akan mendorong adanya berbagai hal bermanfaat yang dapat dilakukan ke depannya, seperti kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan menjadikan Kelurahan Tabiang Banda Gadang ini sebagai desa binaan oleh Fakultas Ilmu Budaya.
Agenda Forum Group Discussion ini juga membawa usulan baru dimana para peserta yang hadir sepakat untuk mengadakan pekan jelajah di Gunung Pangilun, tempat dimana beberapa Lubang Jepang berada. Dengan diadakannya pekan jelajah ini diharapkan titik keberadaan dari Lubang Jepang ini dapat bertambah. Selain itu, acara ini juga merupakan salah satu upaya untuk menginformasikan dan mencerdaskan masyarakat bahwa Lubang Jepang
bisa saja menjadi salah satu cagar budaya yang seyogyanya harus dilindungi.
Reporter: Fithryah Amirah Karini
Padang (Departemen Ilmu Sejarah FIB UNAND) – Kamis, 20 Oktober 2022 Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas mengadakan kuliah umum dengan tema “Menyigi Potensi dan Menyingkap Peluang Karir di Era Digital.” Pemilihan tema berdasarkan pada fenomena perihal banyaknya peluang bekerja dan berbisnis secara digital. Kuliah umum ini bertujuan untuk meningkatkan minat mahasiswa untuk bisa suskses dalam berbisnis dan bekerja pada bidang dunia digital.
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas mengundang dua narasumber inspiratif, lulusan dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Narasumber pertama bernama Elisa Noveria Chandra, S.Hum. alumni Sastra Inggris yang bekerja sebagai Quality Ops Manager di Tik Tok. Narasumber kedua, Emil Mahmud, S.S., M.Pd. alumni Ilmu Sejarah
yang bekerja sebagai penanggung jawab TribunPadang.com.
Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB yang dihadiri dengan Bapak dekan, Ibu wakil dekan tiga, dan beberapa orang dosen. Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Herwandi, M.Hum.. Kemudian, acara kuliah umum dimoderatori Donny Eros, S.S., M.A.. Emil Mahmud yang menjadi pembicara pertama memberikan materi tentang potensi apa saja yang digali di dunia digital, terutama dalam bidang jurnalistik. Elisa sebagai narasumber kedua memaparkan materi tentang pengalaamannya di dunia kerja digital, mulai dari kontribusi dalam Google project, menjadi Tik Tok manager, dan sebagainya.
Acara Kuliah Umum ini dihadiri oleh mahasiswa dari lima jurusan yang ada di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Pelaksanaan kuliah umum juga dibantu oleh Humas Fakultas Ilmu Budaya. Dengan ilmu yang didapatkan dari kuliah umum tersebut, diharapkan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas memiliki sudut pandang baru dalam memanfaatkan dunia digital.
Page 2 of 3
Copyright © 2025 Departemen Ilmu Sejarah FIB UNAND
All Rights Reserved